#senirupa Instagram Photos & Videos

senirupa - 103.2k posts

Top Posts

  • Yuk kunjungi pameran seni rupa "Poros Bandung" di Galeri Salihara!
•⁣
Pameran: 03 Maret - 01 April 2019⁣ Selasa-Minggu: 10:00-20:00 WIB⁣ (Senin dan Hari Libur Nasional: tutup)⁣
Terbuka untuk umum dan gratis.
•
"Poros Bandung" memamerkan karya-karya perupa lulusan Seni Rupa ITB lintas generasi yang sering disebut "Mazhab Bandung".
•
Selain pameran, ada juga beragam diskusi serta seminar seputar seni rupa dan istilah mazhab bandung.
•
Klik link di bio kami untuk info selengkapnya.
•
#salihara #porosbandung #exhibition #pameran #senirupa #mazhabbandung
  • Yuk kunjungi pameran seni rupa "Poros Bandung" di Galeri Salihara!
    •⁣
    Pameran: 03 Maret - 01 April 2019⁣ Selasa-Minggu: 10:00-20:00 WIB⁣ (Senin dan Hari Libur Nasional: tutup)⁣
    Terbuka untuk umum dan gratis.

    "Poros Bandung" memamerkan karya-karya perupa lulusan Seni Rupa ITB lintas generasi yang sering disebut "Mazhab Bandung".

    Selain pameran, ada juga beragam diskusi serta seminar seputar seni rupa dan istilah mazhab bandung.

    Klik link di bio kami untuk info selengkapnya.

    #salihara #porosbandung #exhibition #pameran #senirupa #mazhabbandung
  • 1,452 67 4 March, 2019

Latest Instagram Posts

  • __________________________________________________
Seniman yang lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada 20 November 1931 ini mendapat julukan "Raja Pastel Indonesia" karena menggunakan pastel sebagai spesialisasinya dalam berkarya. Ia merupakan salah seorang pendiri Sanggar Bambu pada tahun 1959 bersama Mulyadi W, Wardoyo, Soemadji, dan Soeharto Pr. Sanggar ini kemudian mendapat pujian dari Maestro Seni Rupa Indonesia, Affandi "Sanggarbambu adalah sanggar yang benar-benar sanggar di Indonesia" di ucapkan pada tahun 1967. .
.
. "Seni adalah universal dan untuk kemanusiaan. Karena itu seni bisa dan mampu menggugah semangat dan gairah hidup seluruh manusia, di mana pun dia berada"

Soenarto Pr (1931-2018) .
. (Sumber: wikipedia)
______________________________________

Soenarto Pr. Self Potrait. 31x40 cm. Pastel on Paper. 1956. Koleksi Nasirun.
.
Karya ini sedang dipamerkan di Museum dan Tanah Liat dalam program Pameran Koleksi Museum Dan Tanah Liat+ Bagian 2.

#MDTL #museumdantanahliat #senirupa #fineart #soenartopr #sanggarbambu #nasirun #koleksi #yogyakarta
  • __________________________________________________
    Seniman yang lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada 20 November 1931 ini mendapat julukan "Raja Pastel Indonesia" karena menggunakan pastel sebagai spesialisasinya dalam berkarya. Ia merupakan salah seorang pendiri Sanggar Bambu pada tahun 1959 bersama Mulyadi W, Wardoyo, Soemadji, dan Soeharto Pr. Sanggar ini kemudian mendapat pujian dari Maestro Seni Rupa Indonesia, Affandi "Sanggarbambu adalah sanggar yang benar-benar sanggar di Indonesia" di ucapkan pada tahun 1967. .
    .
    . "Seni adalah universal dan untuk kemanusiaan. Karena itu seni bisa dan mampu menggugah semangat dan gairah hidup seluruh manusia, di mana pun dia berada"

    Soenarto Pr (1931-2018) .
    . (Sumber: wikipedia)
    ______________________________________

    Soenarto Pr. Self Potrait. 31x40 cm. Pastel on Paper. 1956. Koleksi Nasirun.
    .
    Karya ini sedang dipamerkan di Museum dan Tanah Liat dalam program Pameran Koleksi Museum Dan Tanah Liat+ Bagian 2.

    #MDTL #museumdantanahliat #senirupa #fineart #soenartopr #sanggarbambu #nasirun #koleksi #yogyakarta
  • 6 0 21 minutes ago
  • Kabupaten Banyumas punya sejarah panjang dalam dunia seni rupa. Bahkan, pernah menahbiskan diri sebagai sentra lukisan, tatkala galeri lukis memenuhi sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, Sokaraja. Tahun 1970-1980, daerah ini menjadi “jujugan” para wisatawan yang hendak mencari lukisan yang disemat dari sebutan orang Belanda untuk keindahan alam Indonesia, “mooij indie”. Keinginan untuk membangkitkan kembali galeri lukis terpanjang se Asia Tenggara itu menjadi titik awal pameran ini. Banyumas punya segudang perupa, saatnya mengembalikan kejayaan seni rupa di Banyumas.

#senirupa #lukisan #senirupabanyumas #banyumas #purwokerto #galeriseni #galerilukisan #maret #2019
  • Kabupaten Banyumas punya sejarah panjang dalam dunia seni rupa. Bahkan, pernah menahbiskan diri sebagai sentra lukisan, tatkala galeri lukis memenuhi sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, Sokaraja. Tahun 1970-1980, daerah ini menjadi “jujugan” para wisatawan yang hendak mencari lukisan yang disemat dari sebutan orang Belanda untuk keindahan alam Indonesia, “mooij indie”. Keinginan untuk membangkitkan kembali galeri lukis terpanjang se Asia Tenggara itu menjadi titik awal pameran ini. Banyumas punya segudang perupa, saatnya mengembalikan kejayaan seni rupa di Banyumas.

    #senirupa #lukisan #senirupabanyumas #banyumas #purwokerto #galeriseni #galerilukisan #maret #2019
  • 1 0 21 minutes ago
  • Experimenting with oil painting
  • Experimenting with oil painting
  • 26 1 1 hour ago
  • SERUPA SYIAR SENI VISUAL | 
Alia Swastika adalah kurator, manajer proyek, penulis di sejumlah pameran internasional, anggota Dewan Asosiasi Biennale Internasional, kini berposisi sebagai Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta.

Petang Jumat, 22 Maret 2019 akan hadir di Bivak Emperom mensyiarkan banyak hal tentang medan seni rupa nasional dan global. Terutama apa yang sedang ditanganinya sekarang. Ia akan menjadi pembicara tunggal yang dimoderatori oleh Agus Bink Fernanda. Seturut dengannya juru hibur tetap Komunitas Kanot Bu, Seungkak Malam Seulanyan membawakan dua lagu untuk meringankan jalannya diskusi nanti.

Namun demikian, semua bermula pada satu kesimpulan bersama setelah diskusi tak formal petang seulanyan di Bivak Emperom. Bahwa petaka kemanusiaan yang pernah terjadi di Aceh dalam bentuk paling kejam; perang, telah membinasakan ilmu pengetahuan, terutama dalam konteks seni. Seni dalam masa-masa darurat dan penuh ancaman, hanya tampil sebagai hiburan yang ada tidaknya tak terlalu berpengaruh. Seni tamat hanya dalam even seremonial menyambut pejabat dari Jakarta. Atau elit lokal sedang mengawinkan anak.

Perihal yang memungkinkan seniman kita hari ini masih meraba-raba atau mengekor bentuk visual dari seniman mapan di luaran sana, masih berkutat pada harmoni warna dalam upaya menguasai bidang kanvas atau tembok untuk sebuah karya mural, yang proses kreatifnya kerap berkisar pada lebih bagus pakai kuas lyra atau eterna? 
Memang, seni tak sepenuhnya  soal kompetisi karya siapa paling mahal. Seni rupa tak melulu soal pendekatan teknik dan pencarian kemungkinan baru yang canggih lintas medium. Semua itu pilihan. Tinggal apakah si seniman mau bergerak lebih maju atau hanya mencukupkan diri pada langkah di situ-situ saja.

Dalam serba ketertinggalan oleh musabab paling kompleks itu, kami mengangankan seni rupa Aceh adalah yang memiliki energi sepenuh hikayat prang sabi yang mampu menggerakkan kakek nenek orang Aceh secara serentak mengirim pulang serdadu kolonial ke Batavia. Itu sebabnya penting untuk terus mendera diri dalam banyak diskusi. Mari! (Pengantar oleh Departemen Seni Rupa KKB). #event
#bandaaceh
#art
#senirupa
#komunitas
#posterkanotbu
#kanotbu
  • SERUPA SYIAR SENI VISUAL |
    Alia Swastika adalah kurator, manajer proyek, penulis di sejumlah pameran internasional, anggota Dewan Asosiasi Biennale Internasional, kini berposisi sebagai Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta.

    Petang Jumat, 22 Maret 2019 akan hadir di Bivak Emperom mensyiarkan banyak hal tentang medan seni rupa nasional dan global. Terutama apa yang sedang ditanganinya sekarang. Ia akan menjadi pembicara tunggal yang dimoderatori oleh Agus Bink Fernanda. Seturut dengannya juru hibur tetap Komunitas Kanot Bu, Seungkak Malam Seulanyan membawakan dua lagu untuk meringankan jalannya diskusi nanti.

    Namun demikian, semua bermula pada satu kesimpulan bersama setelah diskusi tak formal petang seulanyan di Bivak Emperom. Bahwa petaka kemanusiaan yang pernah terjadi di Aceh dalam bentuk paling kejam; perang, telah membinasakan ilmu pengetahuan, terutama dalam konteks seni. Seni dalam masa-masa darurat dan penuh ancaman, hanya tampil sebagai hiburan yang ada tidaknya tak terlalu berpengaruh. Seni tamat hanya dalam even seremonial menyambut pejabat dari Jakarta. Atau elit lokal sedang mengawinkan anak.

    Perihal yang memungkinkan seniman kita hari ini masih meraba-raba atau mengekor bentuk visual dari seniman mapan di luaran sana, masih berkutat pada harmoni warna dalam upaya menguasai bidang kanvas atau tembok untuk sebuah karya mural, yang proses kreatifnya kerap berkisar pada lebih bagus pakai kuas lyra atau eterna?
    Memang, seni tak sepenuhnya soal kompetisi karya siapa paling mahal. Seni rupa tak melulu soal pendekatan teknik dan pencarian kemungkinan baru yang canggih lintas medium. Semua itu pilihan. Tinggal apakah si seniman mau bergerak lebih maju atau hanya mencukupkan diri pada langkah di situ-situ saja.

    Dalam serba ketertinggalan oleh musabab paling kompleks itu, kami mengangankan seni rupa Aceh adalah yang memiliki energi sepenuh hikayat prang sabi yang mampu menggerakkan kakek nenek orang Aceh secara serentak mengirim pulang serdadu kolonial ke Batavia. Itu sebabnya penting untuk terus mendera diri dalam banyak diskusi. Mari! (Pengantar oleh Departemen Seni Rupa KKB). #event
    #bandaaceh
    #art
    #senirupa
    #komunitas
    #posterkanotbu
    #kanotbu
  • 20 0 2 hours ago
  • From @rachmawardhani2 -  UNDANGAN

Dengan takzim,
Kami mengharap kehadiran bapak-bapak, ibu-bu, dan saudara-saudari sekalian dalam pembukaan pameran seni rupa bertajuk "Merayakan Optimisme" di Taman Budaya Yogyakarta, Jl. Sriwedani No.1, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Pembukaan:
Sabtu, 23 Maret 2019
Pukul : 19.00 - 22.00 WIB.
Penampil : Eman Eman Band

Peserta Pameran:
Aan Arif, Adit Doodleman, Adril Husni, Agapetus Kristianda, Agung Menoreh, Agus Putu Suyadnya, Agus Yulianto, Ajar Ardianto, Amin Taasha, Andre Tanama, Andreas Avelino, Angga Sukma Permana, Anjani, Anton Budi Setiawan, Ariswan Adhitama, Asep Prasetyo, Ayu Arista Murti, Bambang Herras, Bambang Pramudiyanto, Banny Jayanata, Chrisna Banyu, Dedy Shofianto, Diah Yulianti, Didik Nurhadi, Dipo Andy, Dyah Retno Fitriani, Eddy Ruswanto, Edi Sunaryo, Edopillu, Galam Zulkifli, Hayatuddin, Hendrix Wim, Heri Dono, Heri Kris, Iqi Qoror, I Made Mahendra Mangku, Irwan Sukendra, Iwank, Joko Gundul, Kadafi GK, Kuart, Laila Tifah, Laksmi Shitaresmi, Lenny Ratnasari Weitchert, Liflatul Muhtarom, Made Toris Mahendra, Mahendra Pampam, Maslihar Panjul, Melodia, Nasirun, Oktara Vianus Bakara, Pande Ketut Taman, Petek Sutrisno,  Popok Tri Wahyudi, Putu Sutawijaya, Restu Ratnaningtyas, Rupa Bule Larasati, Rusnoto Susanto, Samuel Indratma, Saroni, Seno Wahyu, Setsu, Sigit Santoso, Sony Santriadyi (Roy), Surajiya, Susilo Budi Purwanto, Theresia Agustina Sitompul, Tito Triyamei, Tohjaya Tono, Utin Rini, William Robert, Wilman Syahnur, Yaksa Agus, Yanuar Ikhsan, Yanwar Nugroho, Youlexz Diposentono, Yuswantoro Adi, Zipit Supomo.

Pameran akan berlangsung hingga tgl 29 Maret 2019.

Salam budaya!

Kurator : Rain Rosidi
Penanggung Jawab: Afnan Malay

#art #exhibition #gallery #artsgallery #senirupa #galeriindonesia #artist #yogyakarta #indonesia #collector #museumart #infosenijogja #jogjapunyaacara #acarajogja #eventjogja #2019 #indonesianartist #indonesianartcollector #indonesiancontemporaryart #artgallery #fineart #indonesiancontemporarygallery #indonesiancontemporaryartist #artcollector #gallerist #artgalleryinindonesia #painting #artistindonesia #indonesiaku #sekilasjogja
  • From @rachmawardhani2 - UNDANGAN

    Dengan takzim,
    Kami mengharap kehadiran bapak-bapak, ibu-bu, dan saudara-saudari sekalian dalam pembukaan pameran seni rupa bertajuk "Merayakan Optimisme" di Taman Budaya Yogyakarta, Jl. Sriwedani No.1, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

    Pembukaan:
    Sabtu, 23 Maret 2019
    Pukul : 19.00 - 22.00 WIB.
    Penampil : Eman Eman Band

    Peserta Pameran:
    Aan Arif, Adit Doodleman, Adril Husni, Agapetus Kristianda, Agung Menoreh, Agus Putu Suyadnya, Agus Yulianto, Ajar Ardianto, Amin Taasha, Andre Tanama, Andreas Avelino, Angga Sukma Permana, Anjani, Anton Budi Setiawan, Ariswan Adhitama, Asep Prasetyo, Ayu Arista Murti, Bambang Herras, Bambang Pramudiyanto, Banny Jayanata, Chrisna Banyu, Dedy Shofianto, Diah Yulianti, Didik Nurhadi, Dipo Andy, Dyah Retno Fitriani, Eddy Ruswanto, Edi Sunaryo, Edopillu, Galam Zulkifli, Hayatuddin, Hendrix Wim, Heri Dono, Heri Kris, Iqi Qoror, I Made Mahendra Mangku, Irwan Sukendra, Iwank, Joko Gundul, Kadafi GK, Kuart, Laila Tifah, Laksmi Shitaresmi, Lenny Ratnasari Weitchert, Liflatul Muhtarom, Made Toris Mahendra, Mahendra Pampam, Maslihar Panjul, Melodia, Nasirun, Oktara Vianus Bakara, Pande Ketut Taman, Petek Sutrisno, Popok Tri Wahyudi, Putu Sutawijaya, Restu Ratnaningtyas, Rupa Bule Larasati, Rusnoto Susanto, Samuel Indratma, Saroni, Seno Wahyu, Setsu, Sigit Santoso, Sony Santriadyi (Roy), Surajiya, Susilo Budi Purwanto, Theresia Agustina Sitompul, Tito Triyamei, Tohjaya Tono, Utin Rini, William Robert, Wilman Syahnur, Yaksa Agus, Yanuar Ikhsan, Yanwar Nugroho, Youlexz Diposentono, Yuswantoro Adi, Zipit Supomo.

    Pameran akan berlangsung hingga tgl 29 Maret 2019.

    Salam budaya!

    Kurator : Rain Rosidi
    Penanggung Jawab: Afnan Malay

    #art #exhibition #gallery #artsgallery #senirupa #galeriindonesia #artist #yogyakarta #indonesia #collector #museumart #infosenijogja #jogjapunyaacara #acarajogja #eventjogja #2019 #indonesianartist #indonesianartcollector #indonesiancontemporaryart #artgallery #fineart #indonesiancontemporarygallery #indonesiancontemporaryartist #artcollector #gallerist #artgalleryinindonesia #painting #artistindonesia #indonesiaku #sekilasjogja
  • 22 1 2 hours ago
  • The Odd Luncheon 
Berbicara tentang ketidaksenonohan, pada tahun 1863, lukisan Edouard Manet, Déjeuner sur l'herbe (Luncheon on the Grass) , berhasil membuat skandal heboh di Paris. Lukisan itu menampilkan seorang wanita telanjang yang sedang menikmati piknik di taman umum dengan sepasang pria berpakaian lengkap. Emile Zole, seorang novelis terkenal menulis bahwa ketidaksenonohan seperti itu belum pernah terlihat sebelumnya. Lukisan-lukisan laki-laki maupun perempuan telanjang telah ada pada saat itu, tetapi lukisan ini benar-benar tidak dapat diterima karena menggambarkan seorang wanita yang tanpa rasa malu atau tidak sadar diri akan keadaan telanjangnya. Lukisan itu sekarang menjadi bagian dari koleksi permanen Musée d'Orsay di Paris. 
ㅤㅤ
Diolah dari: https://www.distinguished-mag.com/biggest-art-scandals-time/
ㅤㅤ
#Bukusenirupa #bukuseni #jualbukuseni #bookofart #bookaboutart #senirupa #artglobe #artbook #skandalseniterbesarsepanjangmasa #skandalseni #EdourdManet #MarcelDucham #WolfgangBeltracchi #AdolfHitler #CorneliusGurlitt
  • The Odd Luncheon
    Berbicara tentang ketidaksenonohan, pada tahun 1863, lukisan Edouard Manet, Déjeuner sur l'herbe (Luncheon on the Grass) , berhasil membuat skandal heboh di Paris. Lukisan itu menampilkan seorang wanita telanjang yang sedang menikmati piknik di taman umum dengan sepasang pria berpakaian lengkap. Emile Zole, seorang novelis terkenal menulis bahwa ketidaksenonohan seperti itu belum pernah terlihat sebelumnya. Lukisan-lukisan laki-laki maupun perempuan telanjang telah ada pada saat itu, tetapi lukisan ini benar-benar tidak dapat diterima karena menggambarkan seorang wanita yang tanpa rasa malu atau tidak sadar diri akan keadaan telanjangnya. Lukisan itu sekarang menjadi bagian dari koleksi permanen Musée d'Orsay di Paris.
    ㅤㅤ
    Diolah dari: https://www.distinguished-mag.com/biggest-art-scandals-time/
    ㅤㅤ
    #Bukusenirupa #bukuseni #jualbukuseni #bookofart #bookaboutart #senirupa #artglobe #artbook #skandalseniterbesarsepanjangmasa #skandalseni #EdourdManet #MarcelDucham #WolfgangBeltracchi #AdolfHitler #CorneliusGurlitt
  • 115 0 4 hours ago
  • Sobat #senirupa silakan hadir di Pameran Fotografi dan Seni Visual 
Repostedotografi.isijogja -  Pameran Karya Fotografi dan Seni Visual 
dalam Rangka Purnabakti 
Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, MFA., Ph.D. 'wajah citra SS di ragam mirat' 
Pameran ini menampilkan karya para kolega Drs. Soeprapto Soedjono, MFA., Ph.D. (SS). karya-karya yang ditampilkan menawarkan visual-visual subjektif-artistik yang sekaligus menunjukkan cara pandang para peserta pameran terhadap sosok SS. Bagi SS sendiri, karya-karya yang ditampilkan ibarat kumpulan mirat (kata serapan dari bahasa Arab yang berarti cermin) tentang dirinya. Diikuti seniman, akademisi, dan tokoh-tokoh fotografi dan seni di Indonesia, mari kita saksikan pameran ini! 
Pameran: 25-30 Maret 2019, pukul 09.00 - 17.00 WIB
Pembukaan: Senin, 25 Maret 2019, pukul 09.30 WIB
Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Pameran dibuka oleh: Oscar Motuloh

Peserta:
Achmad Oddy | Aditya Hedianto Wibowo | Aji Lubis | Albertho AA Wanna | Alexandri Lutfhi R | Alim Buana | Andri Prasetyo | Anin Astiti | Anis Raharjo | Anton Gautama | Arif Sulistiyono | Arti Wulandari | Asnar Zacky | Atika Prastiwi | Beawiharta | Darwis Triadi | Dio Nanda Baskara | Edial Rusli | Erlina Novianti | Fajar Aprianto | Ferry Ardianto | Hartono Karnadi | Heri Gunawan | Hermanus | I Dewa Gede Purnama Yasa | I Made Bayu Pramana | Ida Bagus Candra Yana | Indira Maharsi | Indra Leonardi | Irwandi | John Tefon | Johnny Hendarta | Lutse Lambert Daniel Morin | M. Rizky Satrio | M. Umar Hadi | Maria L Sari | Memet Slamet | Muhammad Halim | Nissa Fijriani | Novan Jemmi Andrea | Oscar Matuloh | Oscar Samaratungga | Pamungkas Wahyu S | Pitri Ermawati | Prayanto Widyo Harsanto | Risman Marah | Roy Genggam | Silvia A Tahalea | Soedjai Kartasasmita | Soewardi | Stephanus Setiawan | Susanto Umboro | Teguh Santosa | Timbul Raharjo | Wimo Ambala Bayang | Yori Antar
  • Sobat #senirupa silakan hadir di Pameran Fotografi dan Seni Visual
    Repostedotografi.isijogja - Pameran Karya Fotografi dan Seni Visual
    dalam Rangka Purnabakti
    Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, MFA., Ph.D. 'wajah citra SS di ragam mirat'
    Pameran ini menampilkan karya para kolega Drs. Soeprapto Soedjono, MFA., Ph.D. (SS). karya-karya yang ditampilkan menawarkan visual-visual subjektif-artistik yang sekaligus menunjukkan cara pandang para peserta pameran terhadap sosok SS. Bagi SS sendiri, karya-karya yang ditampilkan ibarat kumpulan mirat (kata serapan dari bahasa Arab yang berarti cermin) tentang dirinya. Diikuti seniman, akademisi, dan tokoh-tokoh fotografi dan seni di Indonesia, mari kita saksikan pameran ini!
    Pameran: 25-30 Maret 2019, pukul 09.00 - 17.00 WIB
    Pembukaan: Senin, 25 Maret 2019, pukul 09.30 WIB
    Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia Yogyakarta

    Pameran dibuka oleh: Oscar Motuloh

    Peserta:
    Achmad Oddy | Aditya Hedianto Wibowo | Aji Lubis | Albertho AA Wanna | Alexandri Lutfhi R | Alim Buana | Andri Prasetyo | Anin Astiti | Anis Raharjo | Anton Gautama | Arif Sulistiyono | Arti Wulandari | Asnar Zacky | Atika Prastiwi | Beawiharta | Darwis Triadi | Dio Nanda Baskara | Edial Rusli | Erlina Novianti | Fajar Aprianto | Ferry Ardianto | Hartono Karnadi | Heri Gunawan | Hermanus | I Dewa Gede Purnama Yasa | I Made Bayu Pramana | Ida Bagus Candra Yana | Indira Maharsi | Indra Leonardi | Irwandi | John Tefon | Johnny Hendarta | Lutse Lambert Daniel Morin | M. Rizky Satrio | M. Umar Hadi | Maria L Sari | Memet Slamet | Muhammad Halim | Nissa Fijriani | Novan Jemmi Andrea | Oscar Matuloh | Oscar Samaratungga | Pamungkas Wahyu S | Pitri Ermawati | Prayanto Widyo Harsanto | Risman Marah | Roy Genggam | Silvia A Tahalea | Soedjai Kartasasmita | Soewardi | Stephanus Setiawan | Susanto Umboro | Teguh Santosa | Timbul Raharjo | Wimo Ambala Bayang | Yori Antar
  • 54 0 4 hours ago
  • Residency Artist Presentation
Didi Lehnhausen

Thursday, 21 March 2019 | 19:00WIB

Tempat:
Ruang MES 56
Jalan Mangkuyudan No. 53A, Mantrijeron, Yogyakarta
.
**
Come and meet our current residency artist, Didi Lehnhausen, who is  collaborating with our darkroom studio, AFDRUK 56.

Didi is a visual artist based in Amsterdam. During her residency at Ruang Mes 56, she will work on a visual research on the role of photography within the history of Indonesia and its occupiers. The research extends from how the camera is used as a political device by claiming to be documentation and visual evidence, to how pictures are part of our lives nowadays. Through material research she will ask herself what the act of photographing means and how it influences the image of our ancestors and ourselves.

This project is generously supported by the Mondriaanfonds and the AFK.
.
#jogja #jogjaseni #jogjaevents #jogjaevent #eventjogja #art #agendajogja #seni #senirupa #film #filmmaker #acaraseni #jaringacara #photography #photo #yogyakarta
  • Residency Artist Presentation
    Didi Lehnhausen

    Thursday, 21 March 2019 | 19:00WIB

    Tempat:
    Ruang MES 56
    Jalan Mangkuyudan No. 53A, Mantrijeron, Yogyakarta
    .
    **
    Come and meet our current residency artist, Didi Lehnhausen, who is collaborating with our darkroom studio, AFDRUK 56.

    Didi is a visual artist based in Amsterdam. During her residency at Ruang Mes 56, she will work on a visual research on the role of photography within the history of Indonesia and its occupiers. The research extends from how the camera is used as a political device by claiming to be documentation and visual evidence, to how pictures are part of our lives nowadays. Through material research she will ask herself what the act of photographing means and how it influences the image of our ancestors and ourselves.

    This project is generously supported by the Mondriaanfonds and the AFK.
    .
    #jogja #jogjaseni #jogjaevents #jogjaevent #eventjogja #art #agendajogja #seni #senirupa #film #filmmaker #acaraseni #jaringacara #photography #photo #yogyakarta
  • 13 0 5 hours ago